Selasa, 10 Juli 2012

BILUR - BILUR TINTA ( Kumpulan Sajak ) Bag. II

BILUR - BILUR TINTA ( Kumpulan Sajak ) Bag. II

oleh Gurindam Kelana pada 10 Juli 2012 pukul 19:53 ·
“Egomu”
Air mukamu memerah
Ada jua rona disana
Kala palung mata beradu
Egomu terlalu tinggi untuk mengaku
Namun kehendak mu menunjukan kau mau
Dengan membiarkan tanganku meremas lembut jarimu
Dan membelai rambutmu
Maafkan aku
Yang tak sempat mengusap keningmu
Dari bahasa tubuh
Sekiranya engkau tau
Kisah ini belum usai

                   Pertengahan 2012

                   “Realistis”
Seharum alwah
Bersembunyi di balik kayu
Dicari dan diburu
Dengan peruntungan tak tentu
Senatural warna
Berpantulkan cahaya
Disibak oleh mata
Dengan pikiran menentukunnya
Segagah bizurai
Bersikukuh tak lerai
Dari yang bertikai
Dengan kajimenyulam tirai
Seindah topas
Dari entah berlian dan emas
Senada kata dalam kias
Dengan mutiara di laut lepas
Sebening kaca
Kaca laksara kata
Agar tak pecah menjaga
Dengan hati memelihara

                   Pertengahan 2012

                   “Untukmu”
Lentik jari memetik senar
Bergetar dawai jiwa
Lembut bersuara
Pada sekat sekat kolam gitar
Kugubah dalam nada
Kucipta kinung sunyi
Nyanyian sepi
Untukmu tercinta

Tiada ku bisa
Maafkan jika tak suka
Dengan semua nadayang ada
Dengar dan nyanyikanlah
Jika kau anggap tak salah
Dengan apa yang aku gubah

                      Pertengahan 2012


                   “Malu”
Malam itu
Bertahta nafsu
Berlarang di hati
Aku malu
Dari bukti cinta semu
Dingin itu kita lupa
Buat kita terlena
Dengan asmara tak tentu rimba
Dari ruahan rasa
Dari luapan asa
Senang sesaat namun sesat
Buta oleh cinta yang tidak bermunajat
Engkau aku tiada niat
Berkehendak tanpamufakat
Dari hentakan amat sangat
Kita di telanjangi
Oleh nafsu sendiri
Yang tak terkendali
Oleh hati
Dan sanubari

                      Pertengah 2012

                   “Melati”
Guratan pada sandaran bangku kayu
Bergambar hati
Yang ku ukir dengan belati
Namaku dan namamu,melati
Cat pada bangku itu telah pudar
Menandakan kayunya telah lama disitu
Namun guratan itu
Masih ada,lekuknya tetap bisu
Asap candu mengantarkanku dalam kenangan
Sembilan belas tahun silam
Bahwa engkau ini tempat kita
Berbagi kisah bertukar cerita
Dengan telunjuk ku usap lembut guratan yang ku ukir dulu
Hati ini bergetar walau kenangan tlah lama berlalu
Adakah aku rindu
Padamu melati yang dulu pernah singgah di hatiku

                               Pertengahan 2012
“Dialog”
Secepat itukah kau ungkapan
Padahal baru kemarin kau putus dengannya
Tidak !
Jauh sebelum aku mengenalnya
Rasa ini sudah ada untukmu
Jika memang ia mengapa tak kau katakana
Dari dulu
Itulah bodohnya aku
Yang mencoba menyintainya berharap
Dapat membunuh rasa ini padamu
Mengapa begitu ?
Karena ku tahu atas ujarmu
Yang tidak ingin menukar tali persahabatan ini
Dengan makna apapun dan aku takut rasa ini membunuhku
Apa yang kau dapat dengan mencintainya
Tak ku temukan cinta,bayangmu membelenggu
Ia pun sadar,pada siapa sebenarnya rindu ini bersandar
Ia pun tahu bahwa ia bukanlah pilihan hatiku
Ia rela sesuatu yang terpaksa tiada beroleh bahagia
Begitu mulia hatinya yang ikhlas dan rela
Seharusnya yang seperti dialah yang patut kau cinta
Ya mungkin saja,namun kenyataannya
Kenyataan apa ?
Kenyataan cinta yang sangat misteri pada ruang-ruang hati

                               Pertengahan 2012
“Lupa”
Dari kicau merbah
Dari nyanyian tiung
Aku rebah
Rebah terkurung
Tiada membawa untung
       Seakan narar jiwa desah
Akh,,,,baru pun dating
Usai belum kisah
Mengapa harus pulang
Berdiri pun belum kejang
Mata mengecap rasa
Mulut melihat nuansa
Telinga meraba asa
Hidung terbata aksara
Mengapa tangan tidak mencium apa-apa
Aku rasa
Lusa pun demikian
Selagi lena
Tak terpikirkan
Lupa ingatan
                                                Pertengahan 2012
                        “Elergi Orang Pinggiran”
Gumpal debu tangan usap wajah
Angkuh dunia meraja
Luka belum lama
Terulang sudah
Raut-raut tak berdosa
Menapaki jalan di seberang parit kecil
Dengan siul tak bersuara memanggil
Rapatpun telinga
Kecamuk memecah sukma
Bukan kepalang tiada berbilang
Seru hilang kemana
Bangku telah sesak
Hadap desak mendesak
Kepak rubuh sebelum terbang
Dilindas gerlap kehidupan
Bumi tak bertuan
Dari aturan using

                                                Pertengahan 2012


“Natural”
Mengarungi samudera,melintasi ngairai lembah
Aku sudah
Namun tak kutemukan cinta
Melewati steva dan safara,mendaki cadas terjal
Aku jajal
Namun tak kutemukan cinta
Menuruni lereng waktu dan naik di tapal batas waktu
Aku lalu
Namun tak kutemukan cinta
Mendongak langit,menunduk kawah
Aku pun pernah
Namun tak kutemukan cinta
Beberapa dari mereka pernah rasa
Beberapa dari mereka tak hinggap rasa
Segenap lari aku kejar
Yang dikejar,ujar
Yang dikejar,pudar
Biar,biar
Ditikungan rasa mercusuar
Tanda sinar

                                                Pertengahan 2012
Nazam : Sajak

                                    “Nazam”
Tarian jiwa dari umpan hati
Pada ritme suara niat
Pekat amat sangat
Merajah dalam sanubari
                        Sengkarut gumpal benang kusut
                        Sisa cindai ujung raut
Mata hati bicara
Mata rasa menata
Bertiang dimensi aksara
Rupa dari bentuk makna
                        Logika berimajinasi
                        Dalam denyut hayal melebur
                        Dalam detak angan mengukur
                        Abstrak berekspresi
Alam seisinya kiasan
Rangkaian bahtera
Untaian aksara
Menembus batas ingatan


Pertengahan 2012

“ Air Mata “
Setangkup pilur usang menitik
Di parit kerling berkaca
Nanar pandang kadang dua
Bening titik – titik
Riang gembira sedih luka
Senang suka perih kecewa
Air mata
Tetes membasuh duka
Tetes meluap rasa
Tetes bersimbah bahagia
Tetes meruah rasa
Air mata
Pertengahan 2012

“ Maut “

Tau aku datang mengapa engkau bimbang
Padahal engkau tau aku datang
Tau aku ujar mengapa engkau menghindar
Padahal engkau tau aku ujar
Tau aku ingat, mengapa engkau tercekat
Padahal engkau tau aku ingat
Tau aku sapa mengapa engkau tak suka
Padahal engkau tau aku sapa
Tau aku sesuatu mengapa engkau menggerutu
Padahal engkau tau aku sesuatu
Segelintir ikhlas yang siap menunggu sapa
Beberapa itu hanya
Tidak sedikit yang takut
Mengkerut mengingat maut


Pertengahan 2012

“Pasti”

Yang hidup pasti mati
Itu sudah janji
Yang esa pasti satu
Itu sudah padu
Yang makan pasti kenyang
Itu sudah ukuran
Yang nyata pasti ada
Itu sudah tercipta
Yang misteri pasti rahasia
Itu sudah tertera
Yang sakit pasti menderita
Itu sudah adanya
Yang riang pasti senang
Itu sudah memang
Yang ragu pasti senang
Itu sudah memang
Yang ragu pasti tak tentu
Itu sudah berlaku
Yang ikhlas pasti hati
Itu sudah pasti
                                                Pertengahan 2012
“ Kasih”
Kasih ,aku mencintaimu lebih dari nafasku
Menyayangimu lebih dari hidupku
Kureguk lelah sudah
Dahaga cinta membendung rasa
Kasih,dengarlah kisah-kisah abadi dari pecinta sejati
Bertaruh mati pengorbanan cinta yang suci
Menjaga selagi ada sampai menutup mata
Kasih,lihatlah mereka yang menorah aksara cinta
Membahana di segenap penjuru mata angin
Untuk mempertahankan cinta
Terngiang sepanjang masa
Kasih,sedetikpun waktu tak lerai akanmu
Berharap kan selalu
Menjaga hatimu

                                                Pertengahan 2012

“Dermaga Biru”
Di dermaga hatimu
Kulabuhkan layar cintaku
Bersandar di tepi kalbu
Dengan perahu rasaku
Aku bukanlah laksamana
Aku jua bukan pujangga
Yang mengarungi samudra rindumu
Yang menoreh fatwa cinta di anganmu
Aku hanya kelana
Yang menambatkan sampan kasih di jiwamu
 Bidukku tambat
Haluan kuikat
Anjungan ku kebat
Kemudi ku semat
Pada hulu rasa
Pada muara asa
Dari riak,gelombang badai menerjang
Aku hadang
Dan kini
Izinkan aku
Berlabuh di dermaga biru hatimu

                                                Pertengahan 2012
“Muak”
Sudah,sudah itu-itu saja ucapmu
Aku muak
Berkali kau bilang berkali kau berbuat
Maafku sudah habis tiada tersisa
Engkau mencurinya semua
Maaf pertama mungkin saja engkau tak sengaja
Maaf kedua mungkin saja engkau khilaf lupa
Maafku yang ketiga untuk terakhir kalinya
Engkau terus mengulanginya
Sabarku hilang,percuma kau bilang
Aku bosan
Berbuatlah sesukamu sampai kau jemu
Tapi jangan salahkan aku
Yang tak punya maaf lagi untukmu

                                                Pertengahan 2012
“Tobat Nasuha”
Selagi senang engkau lupa
Sekali susah baru engkau mengingat
“tuhan,ampuni aku yang tak pernah bersyukur padamu”
Selagi menang engkau temberang
Sekali kalah baru engkau menyebut berulang
“tuhan maafkan aku yang angkuh dihadapanmu
Selagi kuat engkau teramat
Sekali lemah baru engkau menyemat
“tuhan,ku bersujud dihadapanmu’
Selagi berkuasa engkau tak perlu siapa-siapa
Sekali tersiksa baru engkau merasa berdosa
“tuhan terimalah taubat dari hambamu yang hina ini”
Selagi berada engkau merasa sempurna
Sekali tiada baru engkau sadar kiranya
“tuhan tiada yang kekal selain engkau adanya”
Selagi hidup engkau pongah hati
Sekali mati baru engkau sadari tak satu pun yang abadi
“tuhan,dengan dosa-dosaku tak layak menempati ruang surgamu,namun aku takut akan azab siksa neraka,terimalah doa dan taubat dari hamba yang berkubang lumpur dosa
Menjadi jamaah sajadah surge”
                                    Pertengahan 2012
“Tasrih(ilmu)”

Syarak,syariat tegak
Makrifat bersidekap
Syahwat terikat
Ilmu dunia amalan agama
Makramat manusia
Insan dari segumpal tanah dan darah
Akal akhlak mulia
Menjadi beda dari yang lainnya
Jika aurat tertutup ketat
Kemana jalan gelap lewat
Jika ilmu terikat kuat
Dimana celah bisikan sesat
Jika syahwat terkurung rapat
Kemana niat jahat
Dengan tafakur menafsir
Dengan tasamuh beralas tawaduk
Bertawajuh akan tasrih ikhlas

                                                Pertengahan 2012
“Silih Berganti”

Lamat,sayup hilang suara
Mengambang tergenang karam
Lalu tenggelam
Bias,sekilas musnah lepas
Sedikit,setitik remang
Lalu tumbang
Sekejap sekelip pudar masa
Berganti menjadi nanar
Lalu pudar
Semua bertukar
Muda mulai
Tua usai
Baru hidup
Lama mati
Dari datang
Pada hilang
Silih berganti tidak henti
Saling isi

                                                            Pertengahan 2012
“Manuskrip Cinta”
Manuskrip Cinta
Dari ayat-ayat asmara
Bertasbih rindu
Hikayat rasa
Lantunkan kidung
Penentram jiwa
Lembar using dari kisah
Cinta tetap melegenda
Dari belia hingga renta
Cinta itu ada
Jalin aksara ucap kata
Cinta
Sulam angan hayal kenang
Cinta
Bayang mengikut badan tak hilang
Pagi mengikut siang terang
Siang menanti petang sembarang
Petang menjemput malam kelam
Seperti itu cinta
Dari manuskripnya

                                                Pertengahan 2012
“Nafsu Sesaat”
Kunyah keringan, liar buas semangat
Bilur banjir titik peluh
Berpacu birahi seluruh
Dejah menjalar seluruh tubuh
Raih niat peluk nikmat
Nafsu sesaat
Teramat sangat
Tadah tumpah riut rendah
Tabuh berkumandang rebas bergenderang
Saraf menegang
Terlarung sudah
Nafsu sesaat
Teramat sangat
Untuk dapat
Sumringah qurat
Dari tiap lekuk nikmat
Ruang sekat
Nafsu sesaat

                                    Pertengahan 2012

            “Satu Doa”
Satu doa harap pinta
Pentas dunia nafsu belaka
Tengadah bersandar bahu
Tubuh rangka ini kaku
Dari lima aku jarang menyapa
Hanya satu dua sahaja yang lain bukannya lupa
Alasan semu menghirup sejak jiwaku
Bersimpuh tak banyak aku pinta
Hanya satu dua sahaja
Sujud kaku belum ku sempurna
Seperti ahli ahli agama, ahlul kitab
Ahli ahli surga, ahlul suluk
Aku hamba pengharap pinta
Satu dua yang tinggal sekarat
Hidayah sang jagat
Masih waktu aku ada
Mata hati buta
Paruh waktu aku sisah, Tenggang waktu bisa
Iman kemana, ilmu lupa
Selagi ada, selagi sisa, selagi bisa
Harap pinta satu doa
Tengada rela sukma seluruh tubuh
Tawajuh
                                    Pertengahan 2012


                        “Utusan Akhir Taman”
Rasul-rasul berdiri
Dari imam-imam surga
Utusan terakhir aku pengikutnya
Membasuh jiwa mikraj
Kalam muhibah
Beriring salam
Junjungan akhir zaman
Diantara mukzizat
Alquran
Penuntun insan
Kiblat zaman

Pertengahan 2012

                        “Bacalah”
Lantunan hikmah
Tiada ucap seka air mata
Bergelar penuh hidayah
Keindahan bunyi tinggi bahasa
Terangkum sudah
Penunjuk aksara pada bilah
Aturan hidup sesungguhnya
Penyempurna dari sebelumnya
Iqra’
Dengan keindahan suara kerendahan budi bahasa
Bacalah
Ayat dan surat
Sekat-sekat kesah umat
Dari kalam penguasa jagat
Yang kudrat yang iradat

                                    Pertengahan 2012

                        “Rindu Terlarang”
Kecup bibir rembulan basuh luka malam
Rindu terlarang
Kelam simbah air mata
Dalam bayang hilang
Gelepar resah
Yang tak pantas datang
Kunang malam enggan
Bernyala terang, terang
Sibak angan singkap tergenang
Ah… rindu terlarang
Menguak rasa
Merah biru pada jadi satu
Kadang cemburu
Rayu cumbu

                                    Pertengahan 2012




                        “Pigura Retak”
Sapuan kuas perlahan merata
Memolesi cat dengan warna menyala
Di caltwalk alam terbuka
Fatamorgana dunia
Terobsesi gaya naturalism
Pada fose dara tanpa busana ritme
Silang pendapat cemoohan
Mengkritik karya picisan
Seakan hilang estetika langgar nilai norma
Dari sudut pandang harga seni
Semua terselubung misteri
Biar… biar berekspresi
Di pigura retak terbungkus kain mori
Dalamnya ada lukiran sapuan jari
Seorang dara menjunjung belanga tanpa busana
Membiarkan rambutnya
Riap gerai panjang menutupi keindahan dunia
Dari jelalat mata
                        Pertengahan 2012

                        “Lagu”
Bintang masih mengerling
Namun dikau tiada bergeming
Rembulan masih berhias
Namun dikau tiada berkias
Akan kerlap kerlip bintang hamper jatuh
Atau rembulan mengembang
Tinggal separuh
Kemana hati bertepuk bimbang
Dimana pujangga bersanggah gemang
Padamu rindu kelerai lagu
Lagu yang pernah aku rayu
Saat kau masih disisiku

                                    Pertenghan 2012

                        “Aura”
Terteguh diriak lautan
Terkesima dilaut rembulan
Tirai rasa pada hakikat
Lerai makna pada maklumat
Beersimpuh mengenang kata
Merengkuh seribu bahasa
Suara bertepi tangkai
Rupa bersipu tunai
Aura
                                    Pertengahan 2012

                        “Beban Jiwa”
Basah air mata
Menangis sudah
Isak sungguk lara
Menangislah
Tumpah semua jangan ada sisa
Biar kurang beban jiwa
Dari soalan hati lara
Ataupun dunia
Dengan ku engkau puas
Maka jangan tinggalkan bekas
Agar lekas, semua tangis engkau bilas
Basuh luka duka
Dengan air mata
Biarkan basah
Setelah itu sudah
                                                Pertengahan 2012

                        “Mawar Ditengah Belukar”
Kelopak bunga di tangkup kuncup mekar
Putik mahkota menebar harum sekar
Kupu-kupu terbang rendah saling kejar
Kumbang menari kebas sayap berputar
Setangkai mawar indah ditengah belukar
Biar mekar jangan layu dipetik
Dari seloka keharuman aromatik
Nuansa alam natural fantasti
Mawar ditengah belukar yang kharismatik
Indah yang dipandang tak harus dipetik dengan tangan
Walau di tengah belukar namun tetap menawan
Andai layu gugur kuncup baru mekar
Bertukar dari aroma yang terpancar
Pesonamu takkan memudar
Mawar ditengah belukar

                        Pertengahan 2012

                        “Pengorbanan”
Mungkin iya yang kau anggap lebih baik dari diri ku
Yang punya segudang rayu untukmu
Tidak seperti aku, kadang bisu
Dan ia yang kau anggap
Lebih menyayangimu dari ku
Yang punya banyak waktu bagimu
Tidak seperti aku, dengan keterbatasan ku
Atau ia yang kau anggap
Lebih mapan dari ku
Yang bertabur kilau kemewahan memanjakan mu
Tidak seperti aku,
Yang hanya bisa menggubah lagu rindu di hari
Ulang tahun mu
Yach… aku hanya butiran debu
Dari keping-keping deru
Yang dulu sempat menjadi kasih hatimu
Dengan pengorbanan tak bisa ku berharap banyak
Hanya berdoa semoga kelak engkau bahagia
Hanya itu yang ku punya
Selain cinta

                                    Pertengahan 2012

                        “Coretan Iman”
Burung tiung si burung gagak
Ikan sembilang dalam tempayan
Tidak tiang jadi tegak
Jika sembahyang di tinggalkan
Ikan sembilang dalam tempayan
Pisau belatih diasah juga
Jika sembahyang di tinggalkan
Kelak meniti azab neraka
Membuhul si kayu jati
Diambil dari lampung meranti
Pesan rasul menjaga hati
Dari sabar hidup berarti



                        “Pertanyaan Batin”
Tidak lah ku tau saat kau bertanya
Petang sudah hariku
Jangan berharap jua menunggu
Tiang resah tiada tentu
Kemana hidup akan dituju
Dan tak kusadari saat alam menyapa
Jangan berharap jua menunggu
Kalau bertemu sila berlalu
Kemana hidup akan dituju
Berbekalilmu di dalam kalbu

                        Pertengahan 2012
                        “Nuansa Haru”
Aku terpaku
Dalam nuansa haru
Terlarung sudah satu rindu
Melintasi seribu laut biru, bisu
Menunggumu yang pergi dahulu
Bersama awan kelabu
Yang diam tak berlabu
Di situ… aku…
Menunggumu…
                                    Pertengahan 2012

                        “Sajak Siluet Senja”
Ku gubah lagu senandung cinta
Di buih ombak pantai kuta
Rebahlah indah mentari senja
Di buai dalam peraduannya
Di buih ombak pantai kuta
Cerita siluet rajut asmara
Di buai dalam peraduannya
Cerita kabar hasrat di jiwa
Cerit siluet rajut asmara
Ketika sampan rapat dermaga
Cerita kabar hasrat di jiwa
Adakah tersimpan di dalam dada
Karang tidak terhempas masa
Karna ia saksi dunia
Tidaklah kita berputus asa
Kalau cinta datang menjelang
            `         
Pertengahan 2012

                        “Paparan”
Kuncup bunga tangkai layu, kembali mekar
Disaat musim semai tiba
Bunga sakura mekar menjelma
Di kaki gunung Himalaya
Yang membentang sampai india
Lembah liao yuan yang mempesona
Sungai gangga mengalir tenang rasa
Di sapa padang indah Mongolia
Akan cerita cinta di pantai kuta
Peluk rayu candu asmara
Di cawan gelas gelora
Reguk lepas dahaga
Kemana rasa tinggal
Kemana lara penggal
Diam di rindu tersenggal

                                    Pertengahan 2012

                        “Guruku”
Jasamu menguas angkasa
Baktimu menaburi samudera
Angkasa dan samudra hatiku
Tiada kata berbelah malam
Tersisip ada tak bergumam
Andai aku berulang
Ku semat bintang di dadamu
Tanpa terimakasih ku

                                    Pertengahan 2012
                        “Hakikat Hati”
Kala hati bertanya ayat-ayat cinta
Kala jiwa mencari sabda asmara
Ia kan mengalir laksana air
Yang menyirami rongga dada
Ia kan terbang laksana peri
Mengepak sayap ke angkasa
Penuntun pilar-pilar cinta
Pada hakikat yang sempurna

                        Pertengahan 2012

                        “Makna Tinta”
Kata pemilah aksara
Umpama menipis rasa
Sapa membasuh sukma
Laksana melapis dalam mega
Jika rendah anyam berganda
Tentu ditisik dari benangnya
Jika tinta menggurat makna
Tentu terbesit sebuah Tanya
Tentu ditisik dari benangnya
Benangnya berpintal tali
Tentu terbesit sebuah Tanya
Apa gerangan dalam hati

Pertengahan 2012

                        “Kenangan Bangku SMA”
Satu surat bersampul hijau mudah
Bertinta biru tua
Dikertas merah muda
Yang selalu kubaca, kala rindu menjelma
Bersair cinta, saat masih remaja
Kenangan terindah di bangku SMA
Kini engkau entah dimana
Sehatkah engkau adanya
Ku sisip satu doa, di usia merambat senja
Semoga kau selalu dilindungi Yang Maha Esa
Dan bahagia selamanya

                                    Pertengahan 2012

                        “Kenangan Dibangku SMA 2”
Engkau yang dulu pernah mengisi hari-hari ku
Bertahta dirasa bertengger di dahan hati
Sungguh satu kenangan abadi
Hal terindah di dalam hidup ku
Engkau yang dulu pernah singgah di hati ku
Merangkai hari bersama menggapai matahari
Dengan tawa canda mekar cinta bersemi
Harum menebar indah direlung kalbu
Engkau yang dulu dan kini tiada terganti
Tetap terukir indah disanubari
Jauh di lubuk hati
Untuk ku rindui

                                    Pertengahan 2012




“Tak Pernah Padam”
Dari sapuan kuas tak lelah ku menuangkan
Dari untaian nada tak jemu ku merangkaikan
Namun engkau terlalu terlarang untuk di rindui
Mendekat kan tertusuk duri
Bisa nya menorah hati
Bias pesona bertahta di dalam jiwa
Dalam kuas sapuan dahaga
Harumnya bermahkota dirasa
Dalam lagu ku memuja
Akan kenangan disaat cerah hujan
Kenangan yang tak terlupakan
Tak pernah padam

                                    Pertengahan 2012


                        “Butir-butir Tinta’
Menghapus jejak membumbung rindu
Pada derai rintik gerimis di jalan berbatu
Menyusap lena butiran debu
Sirami sejukkan kalbu
                        Jalan masih berliku dari kelok dan simpang
Tikungan menanjak yang menghadang
Jauh sungguh bukan kepalang
Ditepian semak belukar dan ilalang
            Masih seumur jagung,hidup yang harus dilarang
            Masih setampuk pinang masa bertukar saling dating
Dari butir-butir debu
Dari bulir-bulir tinta
Usapan kalbu,derai cinta
Dari biji-biji rintik
Dari ruas-ruas masa
Sapuan titik bilas asa
Dari buku-buku pena
Dari jilid aksara
Dekapan rasa,mihrab sukma

                                                Pertengahan 2012

“Ibu”
Dari ruas-ruas buku
Dari jilid-jilid aksara
Tiada henti ku menuliskannya
Namamu ibu
                        Engkau makramat dunia
Absolute cinta
Dekap rasa seluruh sukma
Bagai dafnah
Satu tanda kehormatan dunia
Pada pentas laga masa
Selaksa mutiara air mata
Bulir-bulir cinta menetes di jiwa
Laksana tengadah do’a mahabbah
Hamparan kasih tak terhingga
Seumpama taman surga
Sayang selembut sutra
Ibarat aurat
Muksizat yang tersirat
Ibu,,,
Dari ruas pena tergenang tinta
Tiap-tiap butir aksara merangkai kata
Tiada jemu merangkainya
Akan cinta suci sejati dan tak pernah mati
Aku bersimpuh segenap hati

                                                Pertengahan 2012

“Mother”

Mother,this song just for you
Because I love you
More than my breath
Mother,this song just for you
Because I love you
So than my live
Navigating the ocean blue,passed of the mountains
Do not your love it to wear off
The road in the rain
And standing hot corner
Your love will not fade
Reff***O….mother,I love you
                        Eternal love which never dies
O,,,mum,I love you
Love never goes out to
I close my eyes
I love you,,,mother

(lagu “mother”dapat dilihat dan di dengar di you tube di pencarian iwan sekop darat)

“Aku yang hanya”

Bukan merasa diri pujangga
Ataupun penyair cinta
Hanya lah menuang tinta
Menyibak aksara dan kata
Melarung melukiskannya
Detak hati getar jiwa
            Dari serpih kata pujangga
Dari butiran debu penyair cinta
Aku mengumpulkannya
Menoreh kata dari sisa-sisa mereka
Yang lama berserakan dunia
Using digilas masa
Silap kata,salah menata
Tiada ku sempurna
Tetes tinta merangkai aksara
Ku hanya desiran deru pengembara
Yang harus mmasih banyak menimbah
Sumur-sumur ilmu mutiara kata

                                                            Pertengahan 2012


Biodata Penulis

Lahir di dabosingkep, Kepulauan Riau pada tanggal 26 Januari 1976, terlahir dengan nama kecil yang akrab di sapa iwan. Tumbuh dan besar di kampung sekop darat(Dabosingkep ) beragama islam, berjenis kelamin laki-laki.
Kini menetap di Kisaran, Asahan Sumatera Utara, berpropesi sebagai pedagang sayuran di Pasar Kartini,Kiasaran dan juga pedagang di pasar kaget ( pekan) di sekitar kota kisaran.
Adapun beberapa karya tulis Iwan Sekop Darat.
1. Tentang Rindu
2. Tentang Rindu 2
3. Layang-Layang Zaman
4. Fatwa Cinta
5. Primadona Di ujung Trotoar
6. Madah Aksara
7. Tiang-Tiang Aksara
8. Do’a Si Marjan
9. Sulaman Aksara
10. Dilema Hati Menyinta
11. Pasukan Pramuka (Kisah Anak Pulau Dibalik Seragam Pramuka )
12. Bilur - Bilur Tinta ( Kumpulan Puisi, Syair dan Sajak )

BILUR - BILUR TINTA ( Kumpulan Sajak ) Bag. I

BILUR - BILUR TINTA ( Kumpulan Sajak ) Bag. I

oleh Gurindam Kelana pada 10 Juli 2012 pukul 19:45 ·
Kata Pengantar
            Alhamdulillah puji syukur kehadhirat ALLAH SWT saya ucapkan atas selesainya penulisan buku ini,tanpa ridho dan petunjuk dari-Nya mustahil buku ini dapat dirampungkan. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada  teman-teman yang membantu dalam menyelesaikan buku ini.

            Buku ini berisikan puisi syair dan sajak buah pikir penulis yang di rangkum menjadi satu karya tulis. Dari letupan pijar-pijar hati goresan pena dari lembar kertas bilur-bilur tinta.

                                                                        Kisaran
                                                              Pertengahan 2012
                                                                        Penulis
                                                             Iwan Sekop Darat










“Di Aksara Cinta”
                                                                                                Cipt : Iwan Sekop Darat
Seindah rembulan diatas sana
Bertabur bintang redup mempesona
Berkilau cahaya memantul sukma
Bagai mutiara
Berjuta angan menghias angkasa
Beribu mimpiku melukiskannya
Diaksara cinta kurangkai asmara
Berkalung rasa
            Aku menyinta, aku merindu
            Riak menepi diujung kalbu
            Aku menyinta, aku merindu
Pada dirimu
            Reff **Seindah rembulan diatas sana
                        Bertemankan bintang menghias angkasa
                        Rindu didada rasa bergelora
                        Engkau yang ku cinta selamanya




 { lagu  “Di Aksara Cinta” dapat dilihat dan didengar di you tube di pencarian iwan sekop darat }









“Masa”

Paruh waktu berjalan
Lilin kecil hatimu masih menyala
Menggiring lalu kenangan
Tak kunjung padam jua
            Satu dua tahun berganti
Masa merubah air muka
Direlung yang terpatri
Pada mahabbah aksara cinta
Ooh,,,,,,,
Aku bertanya
Rindu ini milik siapa ???
                                                Pertengahan 2012

“Dalam Mimpiku”
            Tidak ada yang tahu
            Kalau semalam dia dalam mimpiku
            Selain aku memberi tahu
            Tidak ada yang tahu
            Kalau lusa dia dalam mimpiku
            Selain aku memberi tahu
            Tidak juga ada yang tahu
            Kalau kemaren pun dia dalam mimpiku
            Selain aku jua memberi tahu
            Sekalipun aku tidak memberi tahu
            Namun ia akan tahu
            Tahu akan arti merindu

                                                Pertengahan 2012

“Engkau Yang Dulu”
                        Dulu engkau lebih natural
                        Bersahaja, lugu, apa adanya
Tidak seperti sekarang
Bersolek mengikut zaman
Melonggarkan selimut iman
Dari aura wajah
Tetaplah engkau yang dulu
Hanya saja
Mencoba sedikit memaksakan
Agar tidak dibilang
Ketinggalan zaman
Terkadang engkau salah mengartikan
Tergelincir pemikiran
Sebenarnya
Apa yang engkau harapkan
Untuk bertahan di masa yang akan datang

                         Pertengahan 2012

“Gerbong Senja”
             Aku tak sempat bertanya
Bertanya namanya
Dimana dia tinggal
Pada kerling mata
Ku tangkap pijar disana
Sesaat terpaku
Tercekat tenggorokan
Satu….satu suara bisu
Ku pandangi
Ia yang berjalan membelakangiku
Dengan punggung sayup menjauh
Tidak satu pasang mata
Berlalu lalang sesak sungguh
Mengaburkan pandangan ku
Aku yang tak sempat
Mengabdikan senyumannya
Hanya bersidekap ragu
Untuk kembali bersua
Diantara jalan besi
Yang bergesek roda terpatri
Pada gerbong senja
Melarut rasa

            Pertengahan 2012

“Dengan Hati”

            Jika hari ini aku masih ada
Aku akan menulis dengan hati
Menguntai kata merangkai kalimat
Menulis kisah aku dan semua
Jika esok aku masih ada
Aku akan menulis dengan hati
Menguntai bait merangkai nada
Menulis aksara pada ritme jiwa
Jika lusa pun aku masih ada
Aku jua akan tetap menulis dengan hati
Menulis pada kanvas menggurat inspirasi rasa
Menulis dengan imajinasi membacanya
Dan jika suatu saat
Aku tidak bisa lagi menulis dengan hati
Kan ku tinggalkan satu alat tulis
Dan selembar dasar untuk ditulis
Jangan pernah berhenti untuk menulis
Dengan menulis
Sedikit banyak
Membuat hati lebih gamblang bercerita

                                                            Pertengahan 2012
“Pantun Bingkai Cerita”

Bingkai bercangkup kayu
Sukar tangan yang memangku
Tangkai di kuncup layu
Mekar enggan mati tak mau
                        Sukar tangan yang memangku
            Tadah bahu dengan teliti
Mekar segan mati tak mau
Adakah sembilu menorah hati
Tadah bahu dengan teliti
Tenaga jua memadati
Adakah sembilu menorah hati
Ketika rasa dikhianati
Tenaga jua memadati
Pada embun rupa diseka
Ketika rasa dikhianati
Air diminum rasa cuka
Pada embun rupa diseka
Meresam ikut adat budaya
Air diminum rasa cuka
Ditelan asam kecut di jiwa
Merasam ikut adat budaya
Berpegang bait mengukirnya
Ditelan asam kecut dijiwa
Terkadang cinta pahit akhirnya


Kuncah : Seikat Jerami

“Kehendak”
Mengalir rindu yang bermuara dihulu rasa
Gemerciknya memendam gejolak asmara
Berbisik di hati saat menyapa
Kiranya cinta dengan kisah yang melegenda
Kuncah pun jadi
Penanda rasa ini
Bukan harus dammar dan rotan
Yang melingkar tanda ikatan
Sejuk embun membuka tabir baskara
Diujung shubuh rindu ini aku jaga
Membasahi lubuk jiwa
Diaksara pusara cinta
Bendung pun sudah
Dihati hanya meruah
Berdinding do’a penuh harap
Harap ikhlas yang mendekap
Berpeluk kehendak


                                    Pertengahan 2012

“RASA”
Engkau harus tahu
Indahnya telaga dengan kilau air engkau berkaca
Engkau harus tahu
Sejuknya embun sebelum pagi membusung
Engkau harus tahu
Teriknya mentari menyengat hati
Engkau harus tahu
Syahdunya lembayung senja di siluet cakrawala
Engkau harus tahu
Dinginnya malam berselimut temaram
Engkau harus tahu
Akan indah
            Sejuk
                        Hangat
                                    Syahduh
                                                Dan dingin
            Pada telaga nuansa cinta
            Dan engkaupun harus tahu
Semua rasa ini untukmu

                                                Pertengahan 2012
                                    “Mantra Cinta”
Sauh jeram lempar dibuang
Dilontar tarik kembali
Mengeram tiada berbilang
                        Tepak sirih dihaturkan
                        Kacip pinang belah dua
                        Tampak lirih dilenturkan
Bergiwang intan permata
Bergelang mutiara jadi
Berkalung cendai sutra

Aku memanggil maruah cinta
Maruah dari sifatnya
Berkekal rasa hendaknya
            Aku menyeru fatwa cinta
            Fatwa dari rasanya
            Rasa pelantun jiwa

                        Pertengah 2012

“Pantun Soalan Hati”
Kemana pergi hendak mearung
Benang dibawa selendang tidak
Kemana hati hendak dikurung
Yang disuka memandang tidak
            Tidak diberi tidak dibilang
            Yang diberi tersanjung rapat
            Bukan tak sudi untuk memandang
            Maruah diri menjunjung adat
Andai tiang paku sematkan
Tidakkah cungkilan dibuatkan
Andai lancing hantur maafkan
Bolelah soalan dijawabkan
            Maka tiang setara rata
            Belah tangan pundak disanggah
            Tiada lancing menata kata
            Apakah gerangan hendak ditanya
Sarungnya tisik peniti
Dua benag sisa rupanya
Satu-satunya menguji hati
Bunga yang kembang siapa yang punya
            Berkelah bilik saling sapa
            Kain kelambu tersibak kata
            Tiadalah milik siapa-siapa
            Selain ibu bapak tercinta
Berkah lidi berkah cendawan
Beanlu ditepi dikerat jangan
Adakah diri boleh berkawan
Jikalau sudi berjabat tangan
            Berlari berjalan melambung penat
            Maka basah rata di badan
            Selagi aturan menjunjung adat
            Tiada salah kita berkawan
Yang disanggah kata perkara
Kuat alibi tersimpulkan
Riang rasa tiada terkira
Niat dihati tersampaikan

                                    Pertengahan 2012

                        “Pantun Soalan Hati 2”
Berdiri ragu tidak
Selaksa tiang anjungan
Kira diri merayu tidak
Adik laksana kembang setaman
            Tiada kias hendak dikaji
            Terkadang selisih mata
            Tiada pantas diri di puji
            Abang hanya melebih kata
Bekelok jua diawalan
Disimpang dan ditikungan
Elok kata rupa rupawan
Hati abang jadi tertawan
            Adakah rusa lari duluan
            Ketika tiang dikumpulkan
            Adakah rupa jadi ukuran
            Untuk abang menyimpulkan
Bukan pualam berkias tepi
Dari meranti bertuas jati
Rupa rupawan penghias mimpi
Budi pekerti penghias hati
            Terperangah tautan mata
            Detak berdegup dalam jantung
            Sungguh indah padanan kata
            Raga tak sanggup memikul sanjung

                                    Pertengahan 2012

                        “Nasehat Pantun Kelat”
Kuat ditepak
Lebah menyengat
Niat ditolak
Patah semangat
            Selang ditangan
            Ketam tekatup
            Siang berjalan
            Malam telungkup
Sekelep tak teruros
Bedelau baju kurong
Alep tegak teros
Waw Baru melengkong
            Keringat jue
            Selalu tak jumpe
            Mane ingat jue
            Kalau setuje lupe
Bersedekap
Tak begerak
Siket cakap
Banyakgerak
                        Pertengahan 2012

                        “Talibuh Makna”
Di talam biji selasih
Serupa ruas nampah
Sepuh kata semula arti
Dalam memilih kasih
Elok rupa paras menawan
Santun bahasa mulia pekerti
            Pulau pandan jauh disebrang
            Sedikitpun terkenang
            Haraplah berkalung amalan
            Selalu didepan terpantulkan
            Jaih badan dirantau orang
            Sekalipun hidup senang
            Tetaplah ingat kampong halaman
            Rindu kawan dan handaitolan
Si kancil belang dikaki
Semua mempersoalkan
Tertawa menjadi-jadi
Dari kecil kita mengaji
Agar tua mengamalkan
Membawa berkah setelah mati

                        Pertengahan 2012

                        “Sair Bangsa”
Semua bangsa tau kami
Berjajar pulau indah bersuri
Kaya dengan hasil bumi
Hutan rimba masih alami
            Banyak suku kaya budaya
            Dalam adat hidup berbangasa
            Menjunjung undang-undang bernegara
            Berlandas nilai luhur pancasila
            Negri kami Indonesia
            Mencakup seluruh nusantara
            Dibelahan bumi katulistiwa
            Di apit benua jua samudra
Kami sebut bumi pertiwi
Titipan tanah dari yang mati
Bukan merdeka kami diberi
Merebut juang gagah berani
            Ingatlah cita-cita yang luhur
            Dari pahlawan yang telah gugur
            Berani mati pantang mundur
            Berharapkelak bangsa yang makmur
Sekarang tak harus angkat senjata
Apalagi membabi buta
Generasi muda ilmu berguna
Mengharumkan negri dimata dunia

                        Pertengahan 2012


                        “Syair Yang Legam dan Berdasi”
Ukuran kaya tak tentu pasti
Selagi nafsu menunggangi
Yang harampun tidak perduli
Asal perut kenyang sendiri
            Yang bodoh takut mencuri
            Takut hokum aturan negri
            Yang pandai semakin jadi
            Karna hokum iya kangkangi
Legam hitam kulit tangan
Terik matahari menyengat badan
Bertadah halal untuk dimakan
Tidak mencuri perut kawan
            Yang berdasi dan duduk rapi
            Dengan pena menari-nari
            Terkadang sembunyi dibalik kursi
            Adakah lari dari korupsi ?
Yang legam banyak berkilas
Yang berdasi tamak tidak tuntas
Yang legam bersyukur puas
Yang berdasi mengukur kuas
            Sungguhpun hitam hatinya putih
            Sedangkan yang putih hatinya tak bersih
            Sungguh hitam tiada letih
            Sedangkan yang putih tertatih-tatih
Adakah negri makmur sentosa
Selagi korupsi merajalela
Hanya isapan jempol semata
Atau mimpi disiang buta

                        Pertengahan 2012


                        “Petuah Lama”
Banyak kumbang diatas atap
Diatas atap tinggi sekali
Hendak terbang tiada bersayap
Hendak berhinggap tiada berkaki
            Beriring semut berjalan
            Berupaya tidak berebut
            Seiring bertukar jalan
            Seiya bertukar sebut
Tak layu kembang kemuning
Taklemas karena basah
Tak kayu dijenjang keeping
Tak eamas bungkalo di asah
            Segumpal hendak digulung
Meniti lidi di raut
Sekepal menjadi gunung
Setitik menjadi laut
Dulu bumi kering
Teramat hari kemarau
Duduk seperti kucing
Melompat seperti harimau
            Meredup tak bercahaya
            Meremang tak berkilat
            Lama hidup banyak dirasa
            Jauh berjalan banyak dilihat
Bertukar syair syahdu
Bertalam buli perindu
Diluar bagai madu
Didalam bagai empedu

                        Pertengahan 2012
“Sekejap Tak Terlupa”
Lagi jumpa
Lagak gayanya
Padi hampa
Tegak tangkainya
            Bergemuruh
            Tak tertahan
            Hari guru
            Takkan hujan
Hendak dikapas
Tengah tengadah
Hati tak lepas
Dendam tak reda
            Sudah lebar
            Buruk pula
            Indah kabar
            Buruk rupa
Dahan niur
Tinggi membumbung
Angin bersiur
Ombak bersabung
            Berpadah diri menabung
            Asal senang kelak
            Biar kalah sabung
            Asal menangsorak
Dalam mampan
Ada benang
Ada sampan
Hendak berenang
            Jari tangan
            Silak lembutnya
            Hati enggan
            Banyak sebutnya
Dari kaca
Yang terpecahkan
Seperti sutra
Dalam lukisan
            Rasa kelu
            Lutut dan tungkai
            Takut hantu
            Berpeluk bangkai
Kemana tepak
Bertemu tanjak
Kemana tapak
Kesitu jejak

                        Pertengahan 2012

                                                “Seloka”

Kain sutra
Berenda
Jalinkan bersarung tadah
Kalau tidak ada
Berada
Masakan tempua bersarang rendah
            Bersyair kasak kusuk
Berbanding dalam memadah
Bergurindam di mulut
Air orang disauk
Ranting orang dipatah
Adat orang diturut
Lagi menunggu
Memakan belimbing
Tak mampu melarungkan
Anak dipangku
Kemanakan dibimbing
Orang kampong dipertenggangkan
                        Rasa dihulukan
Lusuh muara jangan
Merdu dalam bersyair
Apa digaduhkan
Pengayuh sama ditangan
Perahu sama diair
            Sepat jangan ditambakkan
Sepat diberi diwadahkan
Cepat tangan terjambakkan
Cepat kaki terlangkahkan
Cepat mulut terkatakan
            Pualan sepuh suasa
Ditekuk terus
Disamping yang sakit
Dalam dua tengah tiga
Telunjuk yang lurus
Kelingking yang berkait


Yang diserut
Yang digulung
Sulamnya bersatu jua
Garam di laut
Asam digunung
Dalam belanga bertemu jua
            Kaki tekuk
Tangan dipengkor
Dari lurus bergayut
Kail sebentuk
Umpan seekor
Sekali putus sehari berhanyut
                                                            Pertengahan 2012

“Harap”
Belenggu didalam kalbu
Termangu disuam bisu
               Menatap tiada tentu
               Meratap dalam merindu
Basah dibilas kain perca
Resah berkias dalam makna
               Meniti rebah diujung jati
               Menanti sebab tak kunjung pasti
Menuang air dalam perigi
Siang hilang malam pun pergi
Telungkup dingin tak beratap
Menangkap angin merebut asap
Bertadah duli bersembah jari
Adakah hati boleh memiliki
               Rembang senja silih berganti
               Bimbang disana bingung disini
Bertuas kalam ilahi
Dengan ikhlas memagar diri

                                                               Pertengahan 2012
               “Perjalanan”
Aku seumpama
Dari selaksa
Sampai laksana
               Yang diibaratkan
Dari awalan
Sampai akhiran
Selalu berpedoman
Yang disebutkan
Yang diamalkan
Dalam bualan
Dari disusukan
Sampai dibesarkan
Yang dituakan
Dari kedewasaan
Sampai amalan
Menunggu berbujur kaku
Rahasia waktu
Dari penentu
                                                Pertengahan

Dialah sang waktu
Terseok tak henti
Dari yang semu
Silih berganti
               Dialah sang waktu
Yang terus berputar
Menjadi penentu
Dimana harus beredar
Dialah sang waktu
Berjalan dalam baying
Sesekali menyeru
Tak jarang menghilang
Dialah sang waktu
Dinding wajah dunia
Mengajarkan arti merindu
Membimbing dalam cinta

                                                Pertengahan 2012

“nak”
Ingatkah engkau
Saat kubisikan dulu
Ditelingamu
Suara azhan yang menderu
Sambil meraup wajahmu
Satu kebahagian
Di hati tiada tertahan
Semenjak engkau dilahirkan
Dari sucinya ikatan
Bahtera hidup kedepan
Lelahpun tiada sungguh
Bahagia terasa peluh
Senang berseluruh
Memandang tiada jenuh
Dari wajah yang membasuh
Jadi tengkurap jadi
Merangkak coba berdiri
Berjalan dengan kaki
Berlari kesana kemari
Sungguh bahagia sekali
Kini engkau telah besar
Cepat rasa masa bertukar
Saatnya engkau keluar
Arungi hidup dengan tegar
Amalkan ilmu dengan benar
                                                            Pertengahan 2012
“Takdir”
Diam bagai bara
Resah bembubung
Gelisah tak kunjung
Hati rasa kecewa
Yang dicinta mendua
Berpindah kelain hati
Seakan tidak perduli
Dengan jiwa yang semakin tersiksa
Adakah salah mengenang
Ragu menghitung sayang
Hingga rasa yang terbuang
Mungkin ini suratan
Ataukah nasib dibadan
Akan rasa yang ditinggalkan

                      Pertengahan 2012
“Hati ini”
Malam bertabur bintang
Gemerlap indah sekali
Bergelayut dimalam hari
Rembulan senyum memandang
Tahukah yang kurindu
Terbawa dalam mimpi
Rasa yang tak bertepi
Memenuhi rongga kalbu
Aku tak tahu bentuk cinta
Ataupun rindu adanya
Tetapi aku dapat merasa
Yang terukir dihati ini
Berharap engkau mengerti
Untuk saling mencintai

                                  Pertengahan 2012
                      “Misteri Keindahan”
Bagiku kanvas adalah dunia
Menyapu sesuka
Berkuaskan tangan
Bergurat vertikal horizontal
Aku tidak perduli
Engkau yang aku lukis
Tak harus berimajinasi
Karna potretmu terpatri dihati
Engkau lupa
Bahwa dengan kuas
Aku bisa menari
Menari dengan tarian nafas jiwa
Desahku berekspresi
Tapi aku bukan jalang
Menelanjangi dalam kanvas
Biarkan tertutup sehelai
Dalam balutan
Bagi yang memandang
Rahasia misteri keindahan

                      Pertengahan 2012


                        “Renungan”
Penerang hati
Inti surah
Dalam kajian diri
Termenung di sajadah
Tangan tengadah
Mengatur sembah
Dosa ini belum sudah
Ingat lagi tegak berdiri
Khusnul khotimah sebelum mati
Tak harus dosa dikejar berlari
Agar khusuk tobat nasuha sejati
Saying yang malang
Mati dalam bimbang
Sekalipun amalan segudang
Jangan tukar dosa dengan iman
Takutnya mati berlumpur nista
Disitu masuk hasut setan
Menyesatkan umat manusia
Yang sudah cepat berubah
Yang belum jangan sekali mencoba
Tetaplah tangan tengadah
Mengharap pengampunannya

                        Pertengahan 2012





“Renungan 2”
Tak kenal waktu
Seharian lelah bekerja
Apa yang dicari
Perut sejengkal kah ?
Hidup bermewah kah ?
Apakah semua nafsuterpenuhi ?
Apakah niat tersampaikan ?
Renungkanlah !
Disaat beribu pasang mata
Terbuai mimpi lena
Di paruh malam muta
Bukalah mata
Resapi alam sekelilingnya
Renungkanlah !
Apa sebenarnya yang engkau cari ?
Apa sebenarnya yang engkau kejar ?
Sadarlah
Hidup ini sebentar saja
Renungkanlah !

                        Pertengahan 2012

   “Kelompang Hati”
Kelompang hati
Rasa bagai mati
Kemana penawar dicari
Membalut luka ini
Membasuh yang sepi
Membilas yang sunyi
Disaat yang pergi tak kembali
Dalam ingatan
Selayang pandang
Dalam untaiyan
Tak terbuang
Kecup terakhir diujung bisu
Penghantar tidur panjang
Sebilur isak pilu
Tak berkumandang
Hilangsudah senyum kaku
Diam terbujur kaku
Pergi sudah riang tawa
Dipusara aksara
Aku bertopang bisu
Dikelompang hatiku

                           Pertengahan 2012

“Dengan Diam Mu”
Dilembah hatimu
Ku mendaki terjal angkuhmu
Berjuapun tidak
Aku sesak
Caramu
Aku tak tau
Atau memang itu sifatmu
Disamudra rasamu
Ku kayuh biduk cinta
Bersampankan asmara
Engkau tetap membisu
Dimana aku bertanya
Sedang hati engkau punya
Di padang anganmu
Aku melukis bayang
Mengukir pandang
Gelisahmu tak tenang
Adakah cemburu
Bertahta dikalbu
Atau curiga
Meniti dirasa
Atau kini engkau tak suka
Dengan diam mu
Aku tak menentu

                   Pertengahan 2012

                   “Sungguh Aku Suka”
Memandangmu
Ada terselip rasa bahagia
Membayangkan mu
Tak jarang diri jadi lupa
Mengenangmu
Angan dibuai lena
Aku tak tau ini apa
Tapi sungguh aku suka
Suka gayamu
Suka candamu
Suka manjamu
Adakah satu pertanda
Bahwa aku dewasa
Sementara aku
Tidak tau
 Kapan rasa datang padaku
Tidak diundang
Kini bertandang
Tapi sungguh hati riang
Rasa dibuang sayang
Biar bertahta
Sungguh aku suka

          Pertengahan 2012

                   “Selain Cinta”
Aku tidak punya apa
Selain cinta
Yang ku usap lembut pada dawainya
Yang ku bisik mesra pada senarnya
Aku tidak punya apa
Selain cinta
Yang menyulam lirik kata
Yang merangkai bait aksara
Aku tidak punya apa
Selain cinta
Yang mengalir di denyut nadi
Yang berhembus dari napas ini
Aku tidak punya apa
Selain cinta
Yang mendaki dengan pikiran
Menuruni lembah khayalan
Aku tidak punya apa
Selain cinta
Yang meraja dihati ini
bertahta di sanubari
                   pertengahan 2012
                   “Aku Rindu”
Aku merindu
Berharap bertemu
Ingatlah dikau
Kenangan indah di danau
Dari sebalik pulau
Hangat tanganmu masi terasa
Kala jemari menggenggam cinta
Kerling mata rengek manja
Berpeluk kasih asmara
Ah . . . .
Kini engkau entah dimana
Kabar berita pun tiada
Adakah engkau merasa
Hal terindah bersama
Sungguh aku merindu
Semua tentang mu

                   Pertengahan 2012

                   “Garis”
Pada warna
Ada nuansa
Dari spectrum yang tercipta
Pada cahaya
Ada suasana
Dari pijar yang menyala
Pada cinta
Ada rasa
Dari gejolak yang bergelora
Pada suara
Ada rongga
Dari hentakkan yang bergema
Pada siang
Ada terang
Dari sinar yang menerawang
Pada petang
Ada rembang
Dari senja yang mengambang
Pada malam
Ada kelam
Dari rembulan yang temaran
Pada pagi
Ada mimpi
Dari berharap yang menjadi

          Pertengahan 2012

“Perawan Rembulan”
Perawan rembulan
Senyum di balik awan
Buta sudah malam
Hasrat hasut haus hampa
Entah berapa bintang menyala
Perawan rembulan
Bisik mesra rengek manja
Kabur jua temaran
Tinggal kerling patah bisu
Entah kapan berlalu


Perawan rembulan
Satu kata tinggal rupa
Rupa laksana kelam
Peluk rayu dekap rindu
Entahpun rindu di dahan semu
Perawan rembulan
Berhenti di tikungan
Dipersimpangan makna mendalam
Entah berapa lembar sisah
Dari coretan kisah dosa

          Pertengahan 2012

Minggu, 10 Juni 2012

Novel : PASUKAN PRAMUKA Bag. II

Novel : PASUKAN PRAMUKA Bag. II

(Kisah Anak Pulau Dibalik Seragam Pramuka )

oleh Gurindam Kelana pada 11 Juni 2012 pukul 10:51 ·
Adapun syarat-syarat tingkat agar dapat dilantik menjadi penggalang ramu adalah :
  1. Rajin dan giat mengikuti latihan pasukan penggalang sekurang-kurangnya 6 kali latihan berturut-turut
  2. Hafal dan mengerti isi dasa dharma dan tri satya
  3. Dapat memberi salam pramuka dan tahu maksud dan penggunaannya
  4. Tahu arti lambing gerakan pramuka
  5. Tahu cara menggunakan bendera kebangsaan Indonesia raya
  6. a. dapat dengan hafal menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya bait pertama di muka pasukan pramuka penggalang atau di muka pendengar-pendengar lain dan tahu sikap yang harus dilakukan jika lagu kebangsaan di nyanyikan pada suatu upacara
b. tahu sejarah lagu kebangsaan Indonesia raya
7.  Hapal pancasila dan tahu artinya
8.  Biasa berbahasa Indonesia di waktu mengikuti pertemuan-pertemuan penggalang
9.  Tahu struktur organisasi dan tanda-tanda pengenal dalam gugus depan
10.  Dapat berbaris
11. Dapat menunjukkan sedikitnya 8 arah angin dapat menggunakan kompas dan dapat membaca jam
12.  Dapat membuat dan menggunakan simpul mati, simpul hidup, simpul anyam, simpul tiang, simpul pangkal dan dapat menyusun tali
13. dapat menyampaikan berita secara lisan
14. Dapat mengumpulkan keterangan untuk memperoleh pertolongan pertama pada kecelakaan dan dapat melaporkannya kepada dokter, rumah sakit, pamong praja, polisi, atau keluarga korban.
15.  Selalu berpakain rapid an memelihara kesehatan badan
 16. a. untuk putrid dapat mengatur meja makan/menghidangkan minuman dan makanan kecil kepada tamu
17. Memiliki buku tabanas,buku tabungan pramuka/buku tabungan pelajar
18. Setiap membayar uang iuran kepada gugus depannya sedapat-dapatnya dengan uang yang di dapat atau di peroleh dari usahanya sendiri
19. a. Untuk penggalang yang beragama islam
  1. dapat mengucapkan kalimat syahadat dan tahu artinya
  2. mengerti rukun iman dan rukun islam
  3. melakukan sholat berjamaah
b. Untuk penggalang beragama khatolik
  1. dapat mengucapkan do’a harian dan doa Rosario dan tahu artinya
  2. mengikuti misakudus dan putra dapat menjadi pelayan misa, putrid dapat menghias altar
  3. dapat menyanyikan 3 buah lagu gereja
       c. Untuk penggalang yang beragama protestan
  1. dapat dengan hafal menyanyikan salah satu nyanyian Kristen
  2. dapat menceritakan dua hikayat dari al kitab
  3. dapat mengucapkan dan mempergunakan doa sederhana pada kesempatan tertentu
  4. tahu hari-hari raya Kristen
d. Untuk penggalang beragama hindu
  1. dapat menghafal panca maha yadaya
  2. hafal sadripu dan sadatatayi
e. Untuk penggalang yang beragama budha
  1. dapat melakukan kebaktian agama budha dengan parrita pancasila,partta puja dan paritta budhanusa
  2. hafal vihara gita wajib tri ratna dan malam suci waisak

Sementara pada penggalang rakit syarat-syarat tingkatnya adalah :
  1. Rajin dan giat mengikuti latihan pasukan sebagai penggalang ramu, sekurang-kurangnya 10 kali latihan
  2. Bersungguh-sungguh mengamalkan  dasa dharma dan tri satya
  3. Tahu struktur organisasi dan tanda-tanda pengenal dalam gerakan pramuka
  4. Tahu arti lambang Negara republic Indonesia
  5. Tahu hari-hari raya nasional dan sejarah sedikitnya 3 orang pahlawan nasional
  6. Tahu susunan pemerintah daerah tingkat II sampai ke tingkat desa dan tahu nama dan alamat kepala desa dan beberapa tokoh masyarakat lain di sekitar tempat tinggalnya
  7. Pernah ikut serta kerja bakti gotong royong yang di tugaskan oleh pembinanya di sekolahnya,di kampungnya,ditempat ibadah atau di tempat lain
  8. Dapat dengan hafal menyanyikan di muka pasukan penggalang atau dimuka pendengar lain,lagu-lagu sang merah putih(ibu sud) bagimu negeri, maju tak gentar, satu nusa satu bangsa, dari barat sampai ke timur dan sedikitnya satu lagu daerah tempat tinggalnya
  9. Dapat menyanyikan satu lagu macam kegiatan seni budaya
10.  Tahu adat sopan santun pergaulan Indonesia
11.  Dapat memimpin barisan
12.  Dapat menerima dan mengirim berita dengan isyarat morse atau isyarat semaphore
13.  Dapat memperbaiki kerusakan kecil pada alat-alat rumah tangga atau pakaian
14.  Dapat memberi pertolongan pertama pada kecelakaan ringan
15.  Jika di sekitar tempat tinggal ada pesawat telepon tahu cara menggunakannya
16.  Tahu bahan-bahan makanan yang bernilai gizi
17.  Tahu beberapa macam penyakit menular
18.  Memelihara kebersihan salah satu ruangan dan halaman dirumahnya,disekolahnya, di tempat ibadah atau di tempat lain
19.  Dapat memasak makanan di perkemahan untuk sedikitnya 5 orang
20.  Melakukan salah satu cabang oalah raga atletik atau renang
21.  Hemat dan cermat dengan segala miliknya
22.  Memiliki buku tabanas, buku tabungan pramuka atau buku tabungan pelajar dan sudah menabung uang secara teratur. Dalam buku tabungan itu selama sekurang-kurangnya 8 minggu sejak menjadi penggalang ramu
23.  Setia membayar uang iuran kepadagugus depannya sedapat-dapatnya dari yang di peroleh dari usahanya sendiri
24.  Pernah memelihara sedikitnya satu macam tanaman berguna atau sedikitnya satu jenis binatang ternak selama kira-kira 2 bulan
25.  Dapat membuat peta lapangan dan sketsa pemandangan
26.  Sudah pernah berkemah sekurang-kurangnya 4 hari berturut-turut
27.  a.untuk penggalang yang beragama islam :
  1. hafal dan dapat membaca doa harian
  2. tahu riwayat singkat nabi Muhammad saw
b. untuk penggalang yang beragama khatolik :
  1. mengetahui siapa kristus
  2. dapat berdo’a dengan kata-katanya sendiri
  3. dapat menyanyikan lagu-lagu gereja
  c. untuk penggalang yang beragama protestan :
  1. mengetahui makna ada dan dapat menguraikan beberapa nyanyian Kristen yang di kenal
  2. mengetahui pembagian al kitab dan dapat menguraikan secara singkat isi dari dua buku di dalam perjanjian lama dan perjanjian baru
  3. hafal dan mengerti hokum sepuluh penyuruhan
  4. tahu riwayat seorang hamba allah dalam alkitab
   d. untuk penggalang yang beragama hindu :
  1. hafal pranayama
  2. hafal astabrata
  e. untuk penggalang yang beragama budha :
  1. dapat melakukan kebangkitan hari-hari suci agama budha dan tahu artinya
  2. hafal parita wajib : terima lah karmamu dan chatta manavaka vimana catta
Untuk menjadi penggalang tarap,pramuka penggalang harus lebih terampil lagi dengan syarat-syarat yang akan di lalui sebagai berikut
  1. rajin dan giat mengikuti latihan pasukan sebagai penggalang rakit sekurang-kurangnya 10 kali latihan
  2. tahu arti sejarah sumpah pemuda
  3. bersungguh-sungguh mengamalkan pancasila
  4. mengetahui tentang perserikatan bangsa-bangsa
  5. tahu tempat-tempat penting di kecamatan tempat tinggalnya
  6. memberi perhatian terhadap industry yang ada di daerahnya/melatih diri dalam suatu kerajinan tangan yang berguna
  7. sekurang-kurangnya 2 kali pernah ikut serta gotong royong yang ditugaskan oleh pembinanya di sekolahnya , dikampungnya, di tempat ibadah atau di tempat lain atau pernah membantu lembaga seperti: PMI,LSD,BIMAS,PKK,KARANG TARUNA,atau lain sebagainya
  8. dapat menaksir jarak, tinggi, luas, isi, berat, kecepatan, suhu, dan sebagainya
  9. dapat membuat peta pita
10.  dapat menentukan arah mata angin tanpa menggunakan kompas
11.  dapat merencanakan dan mempersiapkan rapat kecil
12.  dapat membuat alat rumah tangga sederhana
13.  dapat memberikan P3K
14.  dapat menerapkan pengetahuan tentang kesehatan dan tentang kebersihan kamar mandi,cuci wc di perkemahan,di rumah atau tempat lain
15.  melakukan salah satu cabang olah raga atletik atau salah satu cabang olah raga renang dan melakukan salah satu cabang olah raga lain serta tahu peraturan permainannya
16.   Memiliki buku tabanas, buku tabungan pramuka atau buku tabungan pelajar dan sudah menabung uang secara teratur. Dalam buku tabungan itu selama sekurang-kurangnya 8 minggu sejak menjadi penggalang rakit dan sebagian itu di peroleh dari pada uang itu di peroleh dari usaha sendiri
17.  Setia membayar uang iuran kepada gugus depannya yang seluruhnya atau sebagian di peroleh dari usaha sendiri
18.  Pernah membantu dalam menjalankan administrasi keuangan gugus depannya
19.  a. untuk penggalang putra :
sudah pernah berjalan kaki selama 2 hari berturut-turut dengan melaksanakan tugas2 yang di berikan oleh pembinanya
b. untuk penggalang putri :
pernah mengurus suatu rumah tangga selama 2 hari berturut-turut
20.  dapat menampilkan satu macam kegiatan seni budaya di hadapan pramuka-pramuka atau di hadapan penonton yang lain
21.  memiliki sedikitnya satu tanda kecakapan khusus
22.  a. untuk penggalang yang beragama islam
  1. tahu hari-hari raya islam
  2. dapat bertindak sebagai imam dalam sholat berjamaah di perkemahan
 b. untuk penggalang yang beragama katholik
 1. tahu arti misa kudus dan bagian-bagiannya
 2. tahu alat-alat kebaktian gereja dan warna-warna liturgy
 3. tahu hierarkhi gereja
 c. untuk penggalang yang beragama protestan
 1.dapat memimpin nyanyian Kristen dalam pertemuan-pertemuan    penggalang
 2. dapat memimpin do’a dalam pertemuan-pertemuan penggalang
 3. hafal dan mengerti hokum kasih
  (Lukas 10:27 dan matius 22:37:40)
4.hafal dua belas pengakuan imam rasul
d. untuk penggalang yang beragama hindu: mengenal beberapa jenis manusianya
e. untuk penggalang yang beragama budha
1. hafal parita wajib ettavatta dan vihara gita baya manggah gatha
2. melakukan Samadhi metta bhavana atau Samadhi bavhara


Pada upacara pembukaan tersebut muis yang sebagai pinru dari regu kalajengking dengan suara yang lantang membaca pancasila dan pembukaan undang-undang dasar 1945.
Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu,maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebagsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia, yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Selesai muis membacakan pembukaan undang-undang dasar 1945, januar pimpinan regu harimau maju selangkah dari barisannya, bersuara dengan lantang mengucapkan janji pramuka penggalang
“ Tri satya “


Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:   1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menjalankanpancasila.
2. Menolongsesamahidupdanikutsertamembangunmasyarakat
3.  Menepati Dasa Dharna
Setelah januar mengucapkan janji Tri satya ia kembali ke barisan semula,disusul dengan yusuf pemimpin dari regu elang yang maju selangkah dan mengucapkan janji moral pramuka penggalang
Dasa Dharma

Pramuka itu :


1.Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
3. Patriot yang sopan dan kesatria
4. Patuh dan suka bermusyawarah
5. Rela Menolong dan tabah

Disini sahlan pemimpin regu kelabang maju selangkah dari barisan dan meneruskan ucapan dari yusuf

5.Rajin, terampil dan gembira
7. Hemat, cermat, dan bersahaja
8. Disiplin Berani dan setia
9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan

Selesai sahlan mengucapkan isi dari dasa dharma secara bersamaan yusuf dan sahlan kembali ke barisan semula.
Kakak-kakak Pembina sangat bangga melihat kecakapan para pramuka penggalang disini kakak Pembina perwakilan dari pihak pemda setempat memberkan beberapa arahan diantaranya arti dan makna dari salam pramuka,juga manfaat dari berkemah yaitu :
-          mengagumi alam ciptaan Tuhan
-          mempercakap diri dalam melaksanakan ajaran-ajaran pramuka
-          mempratekkan system kerukunan
-          dapat mengenal alam dan kawan dari dekat
-          dapat menemukan hal-hal yang baru yang akan mempertebal rasa percaya diri

Mereka memilih batu ampar sebagai lokasi tempat mereka berkemah karena memang batu ampar tempat yang sangat cocok. Selain mempunyai pemandangan yang sangat bagus juga cukup banyak persediaan air bersih baik untuk minum, mandi, dan lainnya.
Lokasi tersebut tidak terlalu jauh dari desa/kampong air salak,masih banyak ditemukan pepohonan untuk di jadikan kayu bakar tempat yang aman dan jauh dari binatang buas.
Selesai upacara pembukaan para pramuka penggalang kembali ke kelompok atau regunya masing-masing. Mereka membagi tugas ada yang membangun kemah, membuat beberapa peralatan dari ranting kayu,mengumpulakan kayu bakar juga mempersiapkan makan siang. Mereka bekerja secara bersama-sama dan bergotong royong. Kegiatan ini masuk dalam penilaian kakak Pembina.
Selesai makan siang dan istirahat sejenak,sore hari para pramuka penggalang ini di uji di gembleng suka duka mereka lalui bersama, hidup bersahaja lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta. Malam harinya mereka membuat api unggun, sambil bersenda gurau tertawa bersama menunjukkan atraksi masing-masing regu. Sekedar melepas lelah dari latihan seharian. Wajah-wajah anak pulau di balik seragam pramuka selalu bersemangat.
Adapun uji kecakapan di kepramukaan diantaranya :
Baris berbaris,,
Bentuk barisan dari maksud dan isyarat tangan dengan pengertian :
-          Berderet : di bentang kesamping setinggi bahu
-          Angkare : kedua tangan dikepal dan diacungkan ke atas
-          Lingkaran besar : kedua ujung-ujung jari tangan dilekatkan di atas kepala
-          Lingkaran kecil : kedua ujung-ujung jari telunjuk dan ibu jari di lekatkan di atas kepala
-          Setengah lingkaran : posisi kedua belah tangan digerakkan dari kiri ke kanan ke kiri di muka badan
-          Kolone terbuka : posisi kedua belah tangan di kepalkan dan di acungkan di samping badan setinggi bahu
-          Kolone tertutup : posisi kedua belah tangan di kepalkan dan di acungkan di depan dada setinggi bahu
-          Anak panah : posisi ujung-ujung jari kedua belah tangan dilekatkan di depan dada atau di atas kepala
-          Perlombaan : kedua tangan di kepalkan dan membujur lurus ke depan
-          Bentuk selat : kedua tangan dengan telapaknya dihadapkan kedalam dan menjulur ke depan
-          Selat terbalik : kebalikan dari bentuk selat
-          Roda : kedua belah tangan di kepalkan dan bersilang di depan dada
-          Berbanjar : posisi tangan di acungkan miring ke atas di depan dada

Para pasukan pramuka penggalang ini juga di uji akan kecerdasan,terampil,ketajaman alat pendengar dan alat penglihatan diantaranya dengan :
Semboyan morse,baik itu dari suara dari sinar dan dari tulisan yang menggunakan titik(.)dan strip(-) memberikan tanda berkumpul,berpisah,bahaya,berhenti,balik kanan,dan lain sebagainya.
Para pasukan pramuka ini juga diuji juga dengan uji kecakapan menggunakan dua bendera yang berukuran 40 cm x 40 cm guna mengirim dan menerima berita atau biasa disebut dengan SEMAPHORE.
Mereka pun harus mahir menggunakan sandi,baik itu :


1.      MORSE
Morse sebenarnya nama orang Amerika yang menemukan sebuah cara agar setiap manusia dapat saling berhubungan. Cara tersebut ditemukan pada tahun 1837 tetapi baru dapat diterima untuk dipergunakan diseluruh dunia tahun 1851 dalam konferensi internasional.
Semboyan morse dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain:
1.    Suara, yaitu dengan menggunakan peluit.
2.    Sinar, yaitu dengan menggunakan senter.
3.    Tulisan, yaitu dengan menggunakan titik (.) dan setrip (-)
4.    Bendera, yaitu dengan bendera morse
2.    SANDI KOORDINAT       4.    SANDI ANGKA 2             6. SANDI SUNGAI 
3.    SANDI ANGKA 1              5.   SANDI KOTAK      7.    SANDI ULAR 
8.    SANDI TANGGAL                        9. Sandi kanji                10. Sandi AN
11. SANDI AZ                           12. SANDI JAM           13. SANDI RUMPUT
14. SANDI UDANG                  15. SANDI AND          16. SANDI SISIPAN 

Para pasukan pramuka penggalang ini juga di uji akan kejelian mereka untuk mengetahui tanda-tanda jejak baik berupa goresan pada tanah,susunan pada batu juga kayu dan ranting. Para pasukan pramuka penggalang ini harus terampil menentukan arah mata angin dan terampil menggunakan kompas paham bagian-bagian kompas yang penting yaitu :

-          Dial (permukaan dimana tertera angka/huruf seperti pada permukaan jam )
-          Visir (pembidik sasaran)
-          Kaca pembesar(ditempelkan pada mata yang membidik sasaran)
-          Jarum penunjuk (lokasi magnet bumi/antara magnit)
-          Tutup dial dengan dua garis bersudut 450(dapat di putar-putar)
-          Alat penggantung/dapat juga sebagai penyangkut ibu jari untuk menopang kompas dengan induk jari.

Mereka harus dapat membaca dan menggunakan kompas dengan baik dan benar mengerti istilah bahasa asing yang tertera pada kompas yaitu :
North east                                  = timur laut     = 450
East                                            = timur            = 900
Saouth east                                = tenggara       = 1350
Saouth                                       =selatan           =1800
Saouth west                               =barat daya     =2250
West                                          =barat              =2700
North west                                 =barat laut       =3250
North                                         =utara              =3600
Sebagai titik start utara                                      =00
Dan sebagai titik final utara                              =3600


Selain uji kecakapan di bidang baris berbaris,morse,semaphore,sandi dan kompas para pasukan pramuka penggalang ini juga di uji akan kemahiran mereka dalam tali temali,simpul2 dan anyaman.
Pada simpul-simpul mereka diuji untuk membuat beberapa contoh simpul diantaranya :
-          Simpul Sambungan tali                                -    Simpul hidup
-          Simpul ujung tali                                         -    Simpul tarik
-          Simpul mati                                                 -    Simpul penarik
-          Simpul anyam                                              -    Simpul tambat
-          Simpul anyam berganda                              -    Simpul jangkar
-          Simpul erat                                                  -    Simpul tiang
-          Simpul kembar                                            -    Simpul pangkal
-          Simpul kursi                                                -    Simpul laso
-          Simpul Gulung                                            -    Simpul tiang berganda
-          Simpul turki

Pada anyam-anyaman para pasukan pramuka diminta untuk membuat beberapa contoh anyaman diantaranya :
-          Anyaman pendek
-          Anyaman mata
-          Anyaman rantai
-          Anyaman ujung
-          Dapat menganyam tali
-          Dapat membuat buah baju
-          Dapat membuat cincin kacu
-          Dapat membuat ikatan penegang
-          Dapat membuat anyaman tali mencabut tonggak
-          Dapat membuat anyaman untuk mengikat tangga
-          Dapat membuat anyaman untuk mengikat balok
-          Dapat membuat anyaman untuk memindahkan balok
Juga mereka harus mahir dalam beberapa ikatan-ikatan, diantaranya , ikatan palang, ikatan silang, ikatan kaki tiga.
Semua uji kecakapan dilewati pasukan pramuka penggalang dengan penuh semangat, bekerja keras, disiplin trampil dan bekerja sama
SEtiap kepala regu yang memimpin regu selalu bermusyawarah dengan anggotanya dalam menyikapi sikap, keadaan dan uji kecakapan. Mereka bekerja sama dan gotong royong, saling membantu satu sama lain.
Pada regu kalajengking yang dipimpin oleh Muis beranggotakan Aleng, Thamrin, Musa, Ripai, dan sahar. Mereka lebih terampil dan rapi dalam baris berbaris dengan cekatan membuat bentuk barisan.
Sementara regu harimau yang beranggotakan Daud, Mustafa, Suhairi, salwan dan robin di pimpin oleh Januar. Mereka lebih cepat dan tanggap di bidang semaphore.
Yusuf sebagai pinru dari Regu Elang beranggotakan Aciong, Irpan, Wahab, adam dan Jamal. Mereka lebih cepat dalam hal memecahkan soal-soal yang diberi Pembina berupa morse.
Adapun Saleh sebagai pinru dari Regu Kelabang beranggotakan Tokka Lubis, Zainal, Jaya, Ibnu dan Abdul. Mereka lebih jeli dibidang sandi.
Sedangkan untuk tali temali dan penggunaan kompos mereka masih dibimbing oleh kakak Pembina.
Disini sekalipun setia regu bertanding menunjukkan ketrampilan masing-masing regu untuk jadi yang terbaik, mereka bertanding dengan sportif dan jiwa ksatria, pagi  dan sore para pramuka ini unjuk kebolehan, namun pada saat sarapan, makan siang, makan malam dan acara api unggun terlihat keakraban diantara mereka, saling bersenda gurau, kebersamaan yang ada bukan di buat-buat namun tercipta dari hati yang saling menyayangi sesama.
Apalagi di saat mereka mandi baik pagi atau plan sore, semua pasukan pramuka ini menjeburkan dirinya pada air yang mengalir sengaja di buat bendungan kecil oleh pihak pemda setempat menyerupai seperti kolam yang tidak begitu dalam dan merupakan juga asset pemerintah setempat di bidang kepariwisataan. Airnya selalu bersih  kerena terus mengalir dari mata air gunung muncung disitu terdapat juga air terjun yang tidak begitu tinggi namun indah di pandang mata, menyejukkan suasana.
Mereka mandi dengan dengan gembira  berenang kesana kemari. Saling berkejaran melupakan sejenak bahwa saat ini mereka sedang bertanding.
Pada malam hari disaat acara api unggun mereka bernyanyi bersama, bercekrama, saling berbalas pantun dan tampil menunjukkan bakat masing-masing regu, adayang bergurindam, berpuisi, bernyanyi dll. Kakak Pembina yang memetik gitar menyanyikan “ pasukan paramuka “ di ikuti para pramuka penggalang dengan tepukan tangan yang kompak dan penuh semangat, mereka juga menyanyikan beberapa buah lagu, diantaranya lagu “ anak pulau “ dan laguyang berjudul “ dendang anak melayu “ mereka juga menyanyikan lagu “gadis melayu “
Lagu “anak pulau “ dapat di baca syairnya di novel tentang rindu 2 karya iwan sekop darat sementara lagu “ dendang anak melayu “ dapat di lihat syairnya di novel tentang rindu 1 karya iwan sekop darat, disini hanya bait pantunnya saja yang di ubah sedikit yaitu :
“ silau tingkap sayng bertahta rindu
Tanam di jiwa tersemat syaduh
Pulau singkep sayang permata lagu
Tata budaya adat melayu
                           Tanam di jiwa tersemat shaydu
                           Berdiri tegak titian ilmu
                           Tata budaya adat melayu
                           Berbudi akhlak bersopan laku “
Disini semua lagu yang terdapat baik di novel atau pun buku karya iwan sekop darat adalah asli ciptaan iwan sekop darat dan ini dapat di pertanggung jawabkan.

Lagu gadis melayu, menari payung
Pakai kerudung berbaju kurung
Lenggoknya rage paras jelite
Laksane kembang indah seroja
               Harum semerbak mewangi taman
               Di jalin oleh sang putri raje
               Indah laksane merak kayangan
Rayuan syair untuk di puji
Wahailah kembang mekar selalu
Jangan lah gugur sebelum layu
Indah pesona si bunga rampai
Tanah melayu aman nan permai
               Hai gadis melayu
               Teruslah kau berbakti
Jangan gugur dan layu
Luhur berbudi
Tidak terasa para pasukan pramuka penggalang  berkemah di lokasi batu ampar telalh masuk hari ketiga atau hari terakhir semua uji kecakapan yang di instruksikan kakak Pembina mereka jalani dengan jiwa penuh semangat, disiplin,terampil dan cekatan, kakak-kakak Pembina yang ditunjuk oleh pihak pemda setempat sebagai juri sangat puas dengan hasil kerja para pasukan pramuka penggalang. Sore ini mereka kembali ke perkemahan tidak seperti pada sore – sore sebelumnya. Hari ini agak cepat bukan berarti mereka dibebastugaskan, oleh karena nanti malam adalah malam pertemuan terakhir atau api unggun terakhir diperkemahan batu ampar, para kakak Pembina member tugas kepada masing-masing regu unutuk membuat suatu karangan bebas dengan tema “ Baktiku buat tanah kelahiranku”.
Diperkemahan masing-masing regu larut dalam membuat suatu karangan dengan tema diatas, kakak Pembina masing-masing regu hanya memberikan sedikit arahan kepada mereka. Karangan ini nantinya akan dibacakan masing-masing regu dalam acara perpisahan nanti malam.
Kini malam menjelang, pagi hilang siang datang berganti rembang, rembang pun tumbang berselimut malam, terang bertukar kelam berayun, bintang bersinar, rembulan tersenyum.
Para pasukan pramuka mengelilingi api unggun yang baru saja dihidupkan, maraknya api membuat mereka semakin bersemangat, wajah anak-anak pulau dibalik seragam pramuka begitu gagahnya, terdengar derai air yang jatuh dari air terjun batu ampar, mengalir bak satu komposisi musik yang dihadirkan alam dengan syahdunya, menambah keharmonisan dan lebih menyatukan jiwa dengan alam.
Pada lingkaran api unggun tersebut kembali mereka bernyanyi bersama-sama lagu “Pasukan Prmauka “
“pasukan Pramuka “
Lalala hey hey hey kamilah pramuka
Prajamudakarana berlambang tunas kelapa
Lalala hey hey hey kamilah pramuka
Tak kenal putus asa slalu siap sedia
               Derap langkah kaki dalam berbaris
               Serentak dan bersama
               Lantang suara kami tau arah angin
               Dengarlah,,,
Ref.        Timur, tenggara, selatan, barat daya
               Barat, barat laut
               Utara, timur laut
Lalala hey hey hey kamilah pramuka
Teguh janji trisatya,berpedoman dasa darma
Lalala hey hey hey kamilah pramuka
Terampil dalam berkarya, hemat dan bersahaja
               Derap langkah kaki dalam berbaris
               Serentak dan bersama
               Lantang suara kami tau arah angin
               Dengarlah
Ref.        Timur, tenggara, selatan, barat daya
               Barat, barat laut
               Utara, timur laut
                                                                                       Ciptaan. : Iwan sekopdarat

Setelah selesai menyanyikan lagu pasukan pramuka, masing-masing regu menunjukan beberapa atraksi atau unjuk kebolehan sebelum mereka membacakan karangan atau karya tulis mereka didepan pramuka lain. Dari regu kalajenking Sahar tampil kemuka di hadapan para pasukan pramuka, Sahar mulai unjuk kebolehan dengan mengeluarkan beberapa jurus silat tanah melayu, ini bertujuan agar generasi-generasi penerus kelak tidak lupa dengan ilmu beladiri asli tanah melayu, dengan banyak ragamnya ilmu-ilmu beladiri dari  tempat lain seperti karate, kung fu, tae kwondo, boxing dll dengan ilmu beladiri pencak silat yang berasal  dari bangsa sendiri tau lah kita menjaga dan melestarikan adat budaya bangsa ini, lebih dapat menahan diri, menolong sesama, melatih diri dalam beberapa hal.
Riuh tepuk tangan selesai Sahar menutup gerakan silatnya dengan penghormatan.
Disusul  kemudian dengan Regu Harimau, tampil kemuka dengan suara lantang Mustafa mulai membacakan puisi hasil dari buah penanya.
“Laskar Pramuka”
Karya : Iwansekopdarat
Kepal tangan diangkasa
Semangat tiada reda
Keringat peluh itu biasa
Laskar  pramuka…!
               Bumi rumah kita
               Langit atap kita
               Alam dan isi tiangnya           
               Laskar pramuka…!
Berjanji trisatya
Berpedoman dasadharma
Berserah diri pada Sang Pencipta
Laskar pramuka…!
               Semangat kami di dada
               Iman kami di jiwa
               Cinta alam dan sesame
               Laskar pramuka…!
Luhur bercita-cita
Terampil dalam berkarya
Santun dalam berkata
Laskar pramuka…!
               Dari wajah kami beda
               Seragam kami sama
               Laskar pramuka…!
Kembali riuh tepuk tangan yang semarak mengelilingi api unggun tersebut selesai Mustafa membacakan satu puisi dengan suara yang menggelegar.
Jamal dari Regu Elang pun tampil kemuka untuk unjuk kebolehan. Disini Jamal menyuguhkan suatu adat budaya yang sangat lekat di hati masyarakat tanah melayu, yaitu berupa puisi lama berirama dengan baris bersajak sama yang biasa disebut dengan pantun melayu, jamal mengubah sendiri pantunnya, intonasi yang di hadirkan Jamal membawa kita seakan kembali pada kejayaan masa siam, dengan ciri khas logat / dialek melayu Jamal pun mulai berpantun
Pena sekerat sedikit tinta
Tinta jua menuliskannya
Adakah obat sakit dirasa
Jiwa hampa hati merana
               Tinta jua menuliskannya
               Maka aksara bersulam tali
               Jiwa hampa hati merana
               Makin tersiksa sakit sekali
Maka aksara bersulam tali
Bertalilah diujungnya peniti
Makin tersiksa sakit sekali
Berserah dirilah pada ilahi
Selesai berpantun Jamal pun menambahkan dengan talibun 6 baris
Cindai bersulam tepi
Tepinya sisipam sutra
Perca para laksmana
Cinta alam dan isi
Terampil siap sedia
Kamilah pramuka
DanJamal pun menutup dengan bait gurindam,
Hendaklah hidup menjaga diri
Dari perbuatan merusak hati
Para pasukan pramuka kembali bertepuk tangan setelah Jamal selesai berpatun, yang masih tetap menjaga adat dan budaya tanah melayu dalam sastra  yang penuh dengan ritme dan simponi aksara, permainn kata yang mahir dibuat indah sedemikian rupa oleh Jamal yang tak ingin adat budaya ini hilang dari tanah melayu digilas laju teknologi jaman yang semakin canggih. (untuk lebih jelas mengenai pantun, talibun, gurindam, dan syair dapat dilihat di buku FATWA CINTA, buku MADAH AKSARA, buku TIANG-TIANG AKSARA dan buku SULAMAN AKSARA karya Iwansekopdarat).
Dari regu kelabang  Ibnu tampil dimuka berteman gitar. Ibnu pun dengan lincahnya memetik dawai gitar sambil bernyanyi Ibnu mulai unjuk kebolehan. Pasukan pramuka yang lainnya pun mendengarkan lagu yang dibawakan Ibnu dengan seksama.
“ Alunan langgam”
Ciptaan: Iwansekopdarat
Berdaun inai pakai selendang
Kami dendang kan
Putaran payung Siti payung
Elok melenggang
               Sekapur sirih kami haturkan
               Kepada tuan
               Janjipun tunai menghibur tuan
               Hatikan senang
Reff:                  Alunan langgam hai kami belajar
                           Beri petunjuk jua petuah
                           Rapatkan tangan rapat sejajar
                           Kan menjunjung sembah
                                       Patah Sembilan hai patah Sembilan
                                       Tari melenggang indah di pandang
                                       Cukup sekian cukup sekian
                                       Kan kami berdendang
Lagu yang dibawakan Ibnu begutu shahdunya tanp sadar pasukan pasukan yang mendengar lagu tersebut sambil merangkul bahu satu sama lainmya yang mengelilingi api unggun ikut bergoyang  perlahan bersama mengikuti ritme yang dinyanyikan Ibnu, memang saat ini sudah jarang para pencipta lagu yang berasal dari tanah melayu untuk menciptakan lagu melayu, sementara para pendengar dan penikmat musik lebih banyak mengartikan bahwa lagu-lagu yang sering di usung kelompok-kelompok band saat ini yang tenar dengan kepopulerannya adalah lagu melayu. Biasanya para pendengar dan penikmat musik mengistilahkannya dengan sebutan metal (melayu total) disini di garis bawahi bahwa lagu-lagu  yang diusung oleh kelompok-kelompok band saat ini adalah lagu pop yang bercengkok melayu atau lagu pop yng dinyanyikan dalam bahasa melayu, bukan lagu melayu, karna untuk mengubah / menciptakan satu lagu melayu, kita harus memahami dulu sedikit banyak sejarah melayu, sastra melayu baik itu berupa pantun melayu, gurindam, syair, peribahasa,pepatah, perumpamaan dan lain senbagainya yang termasuk dalam sastra budaya, juga sedikit banyak mengetahui adat istiadat dan  budaya melayu.
Disini bukan berarti menggurui namun hanya sedikit menyampaikan  pendapat, semoga nantinya tidak membingungkan mana yang benar lagu melayu dan mana lagu pop becengkok melayu atau lagu pop yang dinyanyikan dalam bahasa melayu, sebagai contoh lagu melayu yang biasa dengar diantaranya, lagu lancang kuning , selayang pandang, tanjung katung, pak ketipak tipung dll, juga lagu melayu saat ini laksamana raja di laut, laila canggong, cindai dll. Coba bacalah lirik syair yang terkandung di dalam lagu melayu yang merujuk pada sastra dan seni budaya adat melayu, bedakan dengan lirik lagu pop yang ada.
Namun dari kesemuanya jenis musik tetaplah merupakan satu karya seni yang dapat di acungkan jempol,baik itu lagu melayu, lagu pop, slow rock, jazz, rock dan jenis lagu lainnya, kesemuanya mempunyai kelebihan masing-masing, namun dengan kelebihan tersebut, tidak bersikap merendahkan salah satu jenis lagu dan musik lainnya, semoga dengan ini semua akan menambah kekayaan seni budaya bangsa dalam berkarya.
Kini tibalah masing-masing regu membacakan karangan yang ditugaskan kakak Pembina perwakilan dari pihak Pemda setempat dengan tema “Baktiku Buat Tanah Kelahiranku” dimulai dari regu kelabang. Sahlan sebagai pemimpin regu membacakan karya tulis mereka didepan pasukan pramuka lainnya. Didalam tulisannya Sahlan bercerita, walupun saat ini perusahaan timah tidak beraktifitas lagi di Pulau Singkep dan banyak memberhentikan karyawannya yang mayoritas penduduk Pulau Singkep  bukan berarti Pulau Singkep harus tertidur lama tertinggal dari pesatnya pertumbuhan ekonomi dengan Pulau-pulau disekitarnya.
Banyak daerah-daerah yang lain sukses dengan tidak memiliki aset kekayaan perut bumi misalnya dibidang pertanian dan perkebunan, semoga kelak Pulau Singkep dapat mengolah lahan pertanian dan perkebunan secara profesional yang nantinya memperbaiki pertumbuhan  ekonomi setelah di tinggal pergi pihakperusahaan timah dengan jeli melihat tanaman apa yang cocok dan dapat tumbuh  subur di tanah Pulau Singkep. Bisa saja  dengan membuka lahan perkebunan yang dikelola profesional dengan mempekerjakan penduduk Pulau  Singkep, baik itu perkebunan sawit, karet, kelapa, kopi dan lain sebagainya.
Selesai Sahlan membacakan hasil karangan yang mereka buat bersam, kini tiba giliran regu Elang membacakan hasil karangan mereka, Yusuf pun tampil dimuka dan membacakan karya tulis regu Elang, disini Yusuf  berkisah, akan kekayaan hasil laut Pulau Singkep yang tidak sedikit, disini semoga pihak Pemda setempat dapat terjun langsung memberikan penyuluhan-penyuluhan ataupun latihan-latihan kepada para nelayan agar para nelayan lebih profesional, dengan penyuluhan yang baik dan benar  semoga Pulau Singkep dapat menjadi pulau pengekspor hasil kekayaan laut kepulau-pulau lain.  Salah satu contoh ikan teri, dengan banyaknya jermal-jermal yang berdiri di laut menandakan kekayaan alam lautan yang dapat diperhitungkan, juga pada tanah bekas galian perusahaan timah yang menyerupai danau yang biasa disebut dengan kolong oleh penduduk Pulau Singkep kolong-kolong tersebut bias menjadi tempat membudidayakan ikan air tawar seperti lele, gabus, gurami, nila, udang dan lain sebagainya.
Disini juga kolong-kolong yang tersebar di Pulau Singkep dapat di manfaatkan dan memberi lapangan kerja baru bagi penduduk Pulau Singkep, dan juga dapat mengurangi aktifitas penambangan pasir Pulau singkep, yang akan berdampak buruk di kemudian hari kelakbagi bumi lancang kuning tanah segantang lada Pulau Singkep tercinta. Di bidang ini juga semoga pulau singkep dapat mengejar kertinggalannya dari pulau-pulau sekitar seperti pulau batam, pulau tanjung pinang, dan pulau tanjung balai karimun pada pertumbuhan karimun.
Disusul kemudian januar dari regu harimau yang tampil membacakan hasil karya tulis dari regu mereka selesai yusuf  membaca karangan mereka.
Dalam karangannya januar menyatakan letak pulau singkep yang masih dalam gugusan kepulauan riau yang berdekatan dengan Negara-negara tetangga, Singapore dan Malaysia, seperti batam yang maju pesat di sertor perindustrian karena jarak pulau batam dan pulau singkep tidak begitu jauh, memungkinkan pulau singkep untuk membuka diri sedikit di bidang perindustrian dari investor-investor yang mendirikan perusahaannya di pulau singkep,secara tiddak langsung mendongkrak pertumbuhan ekonomi pulau singkep setelah PT. TIMAH tidak beroperasi lagi, para penduduk yang merantau dapat kembali pulang ke tanah kelahirannya berkarya bersama membangun pulau singkep juga pada perusahaan galangan kapal dengan pulau yang di keliingi lautan semoga ada pihak investor yang ingin membangun perusahaan galangan kapal di pesisir pantai. Namun di bidang industry tersebut pihak pemda setempat harus jeli menyikapinya dan propesional dalam bertindak dan mengambil keputusan dengan tetap menjaga keasrian hutan dan alam pulau singkep semoga nantinya tidak berdampak buruk bagi penduduk pulau singkep.
Januar pun kembali ke tempat semula selesai membacakan karya tulis regu mereka.
Muis pun tampil di muka dengan karangan yang mereka buat bersama pemimpin regu kalajengking ini pun membacakan hasil dari karya tulis mereka.
Jika sahlan berkisah akan kesuburan tanah pulau singkep dan memberi pandangan di sector pertanian, sementara yusuf menyampaikan ide-idenya di sector kekayaan alam pada laut pulau singkep juga januar memberikan gagasan di sector perindustrian maka muis dalam karangannya memberikan masukan-masukkan pada keindahan alam pulau singkep yang dapat di jadikan objek wisata atau tempat rekreasi. Pulau singkep memeiliki pantai batu berdaun yang menawan, air terjun batu ampar yang menyejukkan pemandian air panas yang rupawan, gunung muncung yang mempesona dan masih banyak tempat lainnya di pulau singkep yang dapat dijadikan objek wisata.
Dibidang pariwisata pihak pemda setempat harus dengan sungguh-sungguh mengelola objek wisata tersebut. Secara propesional, di sekitar pariwisata ini juga dapat menumbuhkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Semoga nantinya pihak pemda setempat juga berusaha optimal memaksimalkan sarana dan prasarana yang ada lebih propesional seperti bandara, pelabuhan, perkantoran, dan lain sebagainya guna menunjang di bidang pariwisata.
Di sector pariwisata ini mudah-mudahan masyarakat luas dapat mengenal pulau singkep lebih jauh.
Muis pun selesai membacakan hasil dari karya tulis regu kalajengking.
Semua kakak Pembina yang mendengarkan hasil dari karya tulis masing-masing regu terharu dengan cita-cita luhur anak pulau di balik seragam pramuka.
Kakak Pembina dari perwakilan pihak pemda setempat dengan keras bertepuk tangan di susul kakak Pembina lainnya sambil berujar dengan lantang
“ hidup pasukan pramuka !”
Hidup anak pulau !”
Hidup pasukan pramuka anak pulau !”
Kalian semua juara !”
Kalian semua yang terbaik !”
Mereka semua bersama-sama menyanyikan lagu “ api unggun pramuka “
“ API UNGGUNPRAMUKA “
Amy                  Dmy      Amy      Dmy      Amy
Api unggun menyala, malamharipun tiba
B            G         Amy                 Dmy      Amy
Mari bernyanyi bersama, hilangkan duka lara

 Dmy                 Amy
Bergandeng dengan mesra
B            G         Amy
Api unggun pramuka
Amy                    Dmy      Amy
Pramuka, praja muda karana                 Reff
                           B
Berlambang tunas kelapa
Amy    
Pasukan tunas bangsa
Amy                    Dmy      Amy
Pramuka, terampil dalam berkarya
B
Takera dan bersahaja
Amy    
Laskarnya Indonesia
Amn                  G         B         G                     Amn
Bergoyang kita bersama, ikuti irama, riang gembira
Amn                  G         B         G                     Amn
Bernyanyi lagu ceria, riang hati, rasa bahagia
                        Salam pramuka !
“Berkelah tuas di tepi
Disisip tempahan makna
Bertampuk dilorong diri
Tersalah menulis jari
Tersilaf padanan kata
Maafku tolong ajari
Landai muara berhulu rasa
Tiada ku tantang memutuskan
Bagai kelana aku bertanya
Jika menyimpang diluruskan
Aku tiada ilmu
Goresanku tiada tentu
Bagai igauan di masa lalu
Aku tiada ilmu
Bermadah dari perahu
Kepada tuan yang tau
Ajari aku barang sekuku
Aku tiada ilmu
Dari dunia soalan hidup
Dari rupa tiadaku bias
Agar ilmu bisa ku hirup
Jika sudi fatwa member
Niscaya maaf ku sepuluh jari”

( Penulis pernah menjadi pasukan pramuka penggalang Rakit di sekolah dasar Desa Raya, Dabosingkep, Kepulauan Riau dengan kakak Pembina yang juga sebagai tenaga pendidik di sekolah tersebut beliau bernama Pak Daud seorang guru pada mata pelajaran agama Islam )


Biodata Penulis

Lahir di dabosingkep, Kepulauan Riau pada tanggal 26 Januari 1976, terlahir dengan nama kecil yang akrab di sapa iwan. Tumbuh dan besar di kampung sekop darat(Dabosingkep ) beragama islam, berjenis kelamin laki-laki.
Kini menetap di Kisaran, Asahan Sumatera Utara, berpropesi sebagai pedagang sayuran di Pasar Kartini,Kiasaran dan juga pedagang di pasar kaget ( pekan) di sekitar kota kisaran.
Adapun beberapa karya tulis Iwan Sekop Darat.
1. Tentang Rindu
2. Tentang Rindu 2
3. Layang-Layang Zaman
4. Fatwa Cinta
5. Primadona Di ujung Trotoar
6. Madah Aksara
7. Tiang-Tiang Aksara
8. Do’a Si Marjan
9. Sulaman Aksara
10. Dilema Hati Menyinta
11. Pasukan Pramuka (Kisah Anak Pulau Dibalik Seragam Pramuka )